Minggu, 09 Juni 2013

MAKALAH STUDI KELAYAKAN BISNIS




ASPEK TEKNIS/OPERASI


DISUSUN OLEH: 


       DODI PRAMIN P. ZALUKHU



DOSEN PENGASUH
EDUAR BAENE,SE,M.Si



 

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PEMBANGUNAN NASIONAL
( STIE PEMBNAS NIAS )
T.A 2012/2013





KATA PENGANTAR


          Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat-Nya kepada penulis sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga Makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca.

Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada bapak dosen pengasuh mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis atas kepercayaan dan kesempatan dalam menyelesaikan makalah ini sebagai salah satu tugas mata kuliah ini.

Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan Makalah ini.




DAFTAR ISI

Kata pengantar                                                                                                                       
Daftar ini                                                                                                                                
BAB I :               PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang                                                                                         
2.      Tujuan                                                                                                      

BAB II:               LANDASAN TEORI
A.    Pengertian Aspek/Operasi                                                                        
B.     Tujuan Aspek/Operasi                                                                              
C.     Penentuan lokasi usaha                                                                            
D.    Metode penilaian lokasi                                                                           
E.     Luas produksi                                                                                          
F.      Tata letak                                                                                                 
G.    Pemilihan teknologi                                                                                 
H.    Economic Order quantity (EOQ)                                                            
I.       Safety stock                                                                                             
J.       Reorder Point (ROP)                                                                               
BAB III:             PENUTUP
A.    Kesimpulan                                                                                              
B.     Saran                                                                                                        

DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG
Aspek teknis merupakan suatu yang berkenaan dengan proses pembangunan proyek secara teknis dan pengoperasianya setelah proyek tersebut dibangun. Berdasarkan analisa ini dapat diketahui rancangan awal penaksiran biaya investasi termasuk biaya ekploitasinya.Pelaksanaan dari evaluasi aspek ini sering kali tidak dapat memberikan suatu keputusan baku ,atau dengan kata lain masih tersedia alternatif  jawaban. Karenanya sangat perlu diperhatikan suatu atau beberapa pengalaman pada proyek lain yang serupa dilokasi lain yang menggunakan teknik dan operasi serupa. Keberhasilan penggunaan teknologi sejenis ditempat lain sangat membantu dalam pengambilan keputusan akhir , setidaknya memperhatikan pengalaman ditempat lain tidak bias dikesampingkan.Berbeda dengan askpek teknis, aspek operasi umumya kurang mendapat perhatian dalam pembuatan studi kelayakan bisnis,karena kebanyakan studi berpusat pada tiga aspek:pasar,teknik, dan keuangan.,karena kebanyakan pembuat studi akan merasa bahwa dengan dengan memperkirakan bahwa ketiga aspek sudah baik maka pihak yang menjalankan preyeksi tersebut akan senang.

B. TUJUAN
a.      Perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat.
b.     Perusahaan dapat menentukan layout yang tepat sesuai dengan proses produksi.
c.     Perusahaan dapat menentukan teknologi yang tepat untuk proses produksi.
d.    Perusahaan dapat menentukan persediaan yang paling baik untuk dijalankan.





BAB II
PEMBAHASAN

ASPEK TEKNIS/OPERASI

A.    Pengertian Aspek Teknis/Operasi.

Aspek teknis atau operasi juga dikenal sebagai aspek produksi. Jadi, aspek operasi adalah untuk menilai kesiagaan perusahaan dalam menjalankan usahanya. Penilaian terhadap aspek ini sangat penting karena menyangkut hal-hal seperti masalah penentuan lokasi, luas produksi, tata letak ( layout ), penyusunan peralatan pabrik dan proses produksinya termasuk pemilihan teknologi. Kelengkapan kajian aspek operasi sangat tergantung dari jenis usaha yang akan dijalankan, karena setiap jenis usaha memiliki prioritas tersendiri

B.     Tujuan Aspek Teknis/Operasi

Secara umum ada beberapa hal yang hendak dicapai dalam penilaian aspek teknis/operasi yaitu :
1.      Agar perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat, baik untuk lokasi pabrik, gudang, cabang, maupun kantor pusat.
2.      Agar perusahaan dapat menentukan loyout yang sesuai dengan proses produksi yang dipilih, sehingga dapat memberikan efisensi.
3.      Agar perusahaan bisa menentukan teknologi yang paling tepat dalam menjalankan produksinya.
4.      Agar perusahaan bisa menentukan metode persediaan yang paling baik untuk dijalankan sesuai dengan bidang usahanya.
5.      Agar dapat menentukan kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan sekarang dan dimasa yang akan datang.

C.    Penentuan Lokasi Usaha.

Terdapat paling tidak 4 lokasi yang di pertimbangkan sesuai keperluan perusahaan yaitu antara lain :
1.      Lokasi untuk kantor pusat
2.      Lokasi untuk pabrik
3.      Lokasi untuk gudang
4.      Kantor cabang.

 Secara umum pertimbangan dalam menentukan letak suatu lokasi adalah sebagai berikut :
  1.        Jenis usaha yang dijalankan
  2.        Apa dekat dengan pasar atau konsumen
  3.        Apa dekat dengan bahan baku
  4.        Apa tersedia tenaga kerja
  5.        Tersedia sarana dan prasarana ( transportasi, listrik dan air )
  6.        Apa dekat dengan pusat pemerintahan
  7.        Apa dekat lembaga keuangan
  8.        Apa berada di kawasan industri
  9.        Kemudahan untuk melakukan ekspansi/perluasan
  10.    Kondisi adat istiadat/budaya/sikap masyarakat setempat
  11.    Hukum yang berlaku di wilayah setempat.
Khusus untuk lokasi pabrik paling tidak ada 2 faktor yang menjadi pertimbangan, yaitu :
  1.        Faktor Utama ( Primer )
Pertimbangan utama dalam mementukan lokasi pabrik adalah :
a.         Dekat dengan pasar
b.         Dekat dengan bahan baku
c.         Tersedia tenaga kerja, baik jumlah maupun kualifikasi yang di inginkan
d.        Tersedia fasilitas pengangkutan seperti jalan raya atau kereta api atau pelabuhan laut atau pelabuhan udara.
e.         Tersedia sarana dan prasarana seperti listrik
f.          Sikap masyarakat
  2.        Faktor Sekunder
a.         Biaya untuk investasi di lokasi seperti biaya pembelian tanah atau pembangunan gedung
b.         Proses perkembangan harga atau kemajuan di lokasi tersebut di masa yang akan datang
c.         Kemungkinan untuk perluasan lokasi
d.        Terdapat fasilitas penunjang lain seperti pusat perbelanjaan atau perumahan
e.         Iklim dan tanah
f.          Maslah pajak dan peraturan perburuhan di daerah setempat.
Kemudian pertimbangan untuk menentukan lokasi kantor pusatyang umum dilakukan adalah sbb:
  1.        Dekat pemerintah
  2.        Dekat lembaga keuangan
  3.        Dekat dengan pasar
  4.        Tersedia sarana dan prasarana
Sedangkan pertimbangan untuk lokasi gudang yang umum dilakukan adalah sebagai berikut :
  1.        Di kawasan industri
  2.        Dekat dengan pasar
  3.        Dekat dengan bahan baku
  4.        Tersedia sarana dan prasarana
Penilaian lokasi yang tepat akan memberikan berbagai keuntungan bagi perusahaan, baik dari segi finansial maupun non finansial. Keuntungan yang diperoleh dengan mendapatkan lokasi yang tepat antara lain adalah :
  1.      Pelayanan yang diberikan kepada konsumen dapat lebih memuaskan.
  2.      Kemudahan dalam memperoleh tenaga kerja yang diinginkan baik jumlah maupun kualifikasi.
  3.      Kemudahan dalam memperoleh bahan baku atau bahan penolong dalam jumlh yang diinginkan secara terus – menerus
  4.      Kemudahn untuk memperluas lokasi usaha, karena biasanya sudah di perhitungkan untuk usaha   perluasan lokasi sewaktu – waktu.
  5.      Memiliki nilai atau harga ekonomis yang lebih tinggi dimasa yang akan datang.
  6.      Meminimalkan terjadinya konflik terutama dengan masyarakat dan pemerintah setempat

D.    Metode Penilaian Lokasi
Paling tidak ada 3 metode yang dapat digunakan dalam menilai sesuatu lokasi sebelum diputuskan, yakni :
1.      Metode penilaian hasil value
2.      Metode perbandingan biaya ( cost comparison method )
3.      Metode analisis ekonomi ( economic analysis method )
Faktor – faktor yang menjadi pertimbangan dalam metode penilaian hasil value antara lain adalah :
1.      Pasar                                                          4.   Tenaga kerja
2.      Bahan baku                                               5.   Pertimbangan lainnya
3.      Trasportasi
Sedangkan faktor faktor yang menjadi pertimbangan dalam metode perbandingan biaya adalah :

1.      Bahan baku                                               4.   Biaya umum
2.      Bahan bakar dan listrik                             5.   Biaya lainnya
3.      Biaya operasi

E.     Luas Produksi
Penentuan luas produksi adalah berkaitan dengan berapa jumlah produksi yang di hasilkan dalam waktu tertentu dengan mempertimbangkan kapasitas teknis dan peralatan yang dimiliki serta biaya yang paling efisien.
            Secara umum luas produksi ekonomis di tentukan antara lain oleh :
1.      Kecenderungan permintaan yang akan datang
2.      Kemungkinan pengadaan bahan baku, bahan pembantu, tenaga kerja dan lain – lain.
3.      Daur hidup produksi, dan produksi subtitusi dari produk tersebut.  
F.     Tata Letak ( Loyout )
Loyout merupakan suatu proses dalam penentuan bentuk dan penempatan fsilitas yang dapat menentukan efisiensi produksi/operasi. Loyout dirancang berkenaan dengan produk, proses, sumber daya manusia, dan lokasi sehingga dapat tercapai efisiensi/operasi.
Dengan adanya loyout akan di peroleh berbagai keuntungan antara lain sbb :
1.      Memberikan ruang gerak yang memadai untuk beraktifitas dan pemeliharaan
2.      Pemakaian ruang yang efisien
3.      Mengurangi biaya produksi maupun investasi
4.      Aliran material menjadi lancar
5.      Pengangkutan material dan barang menjadi rendah
6.      Kebutahan persediaan yang rendah
7.      Memberikan kenyamanan, kesehatan dan keselamatan kerja yang lebih baik

Pada umumnya loyout di dasarkan pada situasi sebagai berikut :
1.      Posisi tetap ( fixed Position )
Fix position layout biasa dikatakan juga sebagai tata letak dengan posisi tetap. Tata letak merupakan suatu keputusan penting yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Tata letak mempunyai banyak dampak setrategis karena tata letak termasuk yang menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas, proses, fleksibilitas, biaya, kualitas lingkungan kerja, kontak pelanggan, dan citra perusahaan. Tata letak yang efektif dapat membantu organisasi mencapai sebuah setrategi menunjang diferensiasi, biaya rendah, ataupun respon cepat.

2.      Orientasi Proses ( Proses Oriented )
Orientasi pada proses atau hasil? tergantung siapa yang melakukannya dan siapa yang meminta. Ada beberapa orang yang berorientasi pada hasil, namun ada juga orang yang menganggap proses itu lebih penting daripada sekedar hasil. Pada pekerjaan, mungkin lebih banyak orang yang berorientasi kepada hasil. Yang penting selesai dan sesuai permintaan. Ini bisa jadi disebabkan karena pekerjaan orang itu ditarget. Ya, hasilnya harus sesuai dengan target yang diberikan. Apalagi sang pemberi tugas tersebut tidak mendefinisikan dengan pasti spesifikasi proses kerjanya.

3.      Tata letak kantor ( Office loyout )
Perbedaan antara tata letak kantor dengan tata letak pabrik adalah pada penekanan atas pentingnya informasi. Jika tata letak kantor yang mengalir adalah informasi maka tata letak pabrik yang mengalir adalah tata letak bahan-bahan. Dalam tata letak kantor terjadi pengelompokkan pekerja serta peralatan dan ruangan/kantor yang menyediakan kenyamanan, keamanan dan pergerakkan/perpindahan informasi.

4.      Tata letak pandang eceran / pelayanan ( Retail and Service Loyout )

5.      Tata letak gudang ( warehouse layout )

Tujuan dari tata letak gudang adalah memaksimalkan pemanfaatan seluruh luas gudang yaitu menfaatkan pada volume penuh tetapi biaya material handlingnya rendah.
6.      Tata letak produk ( Product Loyout )
Tata letak produk digunakan untuk produk atau lini produk yang sama dengan volume tinggi dan variasi produk rendah. Produksi repetitive dan produksi kontinyu menggunakan tata letak ini.

Untuk memperoleh loyout yang baik maka perusahaan perlu menentukan hal-hal berikut :
1.      Kapasitas dan tempat yang di butuhkan
2.      Peralatan untuk menangani material atau bahan
3.      Lingkungan dan estetika
4.      Arus informasi
5.      Biaya perpindahan antara tempat kerja yang berbeda

G.    Pemilihan Teknologi
Yang perlu di perhatikan dalam pemilihan teknologi adalah :
  1.      Ketepatan teknologi dengan bahan bakunya
  2.      Keberhasilan teknologi di tempat lain
  3.      Pertimbanagan teknologi lanjutan
  4.      Besarnaya biaya investasi dan biaya pemeliharaan
  5.      Kemampuan tenaga kerja dan kemungkinan perkembangannya
  6.      Pertimbagan pemerintah dalam hal tenaga kerja
  7.      Dan pertimbangan lainnya.

H.    Economic Order Quantity ( EOQ )
Adalah jumlah pembelian yang paling ekonomis (Economical Order Quantity = EOQ)
Definisi : jumlah setiap kali pembelian bahan yang disertai biaya minimal = jumlah pembelian bahan yang paling ekonomis.
Perumusan Economic Order Quantity (EOQ)
Salah satu metode manajemen persediaan yang paling terkenal adalah metode Economic Order Quantity atau bisac disebut dengan EOQ. Metode ini dapat digunakan baik untuk barang yang dibeli maupun untuk barang yang diproduksi sendiri.
Model EOQ bisaa digunakan untuk menentukan kuantitas pesanan persediaan yang meminimumkan biaya langsung penyimpanan persediaan dan biaya kebalikannya ( inverse cost) pemesanan persediaan.
Rumusan EOQ yang bisaa digunakan adalah :
   EOQ =

Dimana:
D : Penggunaan atau permintaan yang diperkirakan per periode waktu.
S : Biaya pemesanan ( persiapan pesanan dan penyiapan mesin ) per pesanan
H : Biaya penyimpanan per unit per tahun

Secara umum klasifikasi biaya yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :
a.       Biaya angkut/penyimpanan atau Carrying ( CC )
b.      Biaya pemesanan atau Ordering Cost ( OC )
c.       Biaya total atau total Cost ( TC )

I.       Safety Stock ( SS )
Safety stock adalah persediaan tambahan yang diadakan untuk melindungi atau menjaga kemungkinan terjadinya kekurangan bahan (stock out). Stock out dapat disebabkan oleh adanya penggunaan bahan baku yang lebih besar dari perkiraan semula atau adanya keterlambatan bahan baku yang dipesan. Dengan adanya safety stock akan mengurangi stockout cost bagi perusahaann. Akan tetapi akan menimbulkan penambahan carrying cost sebesar perkalian antara prosentase carrying cost terhadap harga atau nilai safety stock
Terdapat beberapa faktor penentu dalam menghitung besarnya safety stock, yaitu antara lain :
1.      Penggunaan bahan baku rata – rata
2.      Faktor waktu
3.      Biaya yang digunakan

Disamping faktor penentu diatas dalam menentukan safety stock di perlukan standar kuantitas yang hrus di penuhi, yaitu :
1.      Persedisaan minimum
2.      Besarnya pesanan standar
3.      Persediaan maksimum
4.      Tingkat pemesanan kembali
5.      Administrasi persediaan

J.      Reorder Point ( ROP )
ROP merupakan waktu perusahaan akan memesan kembali atau batas waktu pemesanan kembali dengan melihat minimal jumlah persediaan yang ada. Pemesanan kembali dihitung dengan probabilitas atau kemungkinan terjadinya kekurangan stock dan di hitung selama tangga waktu.



  
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
            Dalam mendirikan sebuah usaha perlu adanya system teknis yang mendukung proses kegiatan perusahaan mulai dari penentuan lokasi usaha yang dekat dengan bahan baku, tata letak pabrik yang aman dari lingkungan sekitar. Menyediakan pembuangan limbah pabrik supaya tidak mencemari udara dan daerah sekitar perusahaan. Pemilihan teknologi yang bagus sangat mendukung proses produk dan persediaan bahan baku. Maka dalam hal ini perlu ada peninjaun lokasi usaha serta kenyamana dan keamanan perusahaan serta fasilitas yang mendukung proses kegiatan perusahaan.

B.Saran
            Mungkin inilah yang diwacanakan dalam penulisan makalah ini meskipun penulisan ini jauh dari kata sempurna minimal kita mengimplementasikan tulisan ini. Masih banyak penulisan makalah ini dan kami butuh saran/kritik agar bisa menjadi motifasi untuk masa depan yang lebih baik dari sebelumnya.




DAFTAR PUSTAKA




Kasmin, Jakfan, 2003. Study Kelayakan Bisnis, Jakarta./kencana Prenad Media Group
 

 

 

 





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar